Tak terkira
Luka yang sungguh
Tak lagi dalam
Namun sudah tak berdasar
Percaya t'lah lantak
Retak... remuk... dan lebur
Debu
Hilang tertiup angin...
Tak ada lagi...
Tak berbekas
.....
Sudah tak ada
With Mio
181016
Selasa, Oktober 18, 2016
Lubang Hati
Rabu, Februari 24, 2016
Rindu & Samudra
Rindu yang selalu merindu...
Tak berujung, hanya Rindu.
Rindu yang terapung-apung, tak dapat menepi...
Rindu dendam.
Rindu membiru, dendam meredam.
Ah... Rindu.Rindu memenuhi hati...
Mengisi kulah yang ada,
Tetap tak mampu menampung, Rindu...
Karena hanya sebegitu adanya...
Rinduku tumpah meruah...
Mengalir menuju Samudra...
Dimanakah Samudra ?
Jauh perjalanan, harus ditempuh...
Demi Rindu Samudra...
Minggu, April 07, 2013
Percarian Awan
oleh Irina Dayon (Catatan) pada 17 November 2011 pukul 12:18
Ladang Langit - Imaji
Lahan langit Biru...berkilau...
Terbuka...
Ladang awan terhampar...putih mutiara,
Tersiapkan...peladang, petani langit
Mengolah, membentuk
Awan-awan....
Berbentuk-bentuk
Menumbuhkan benih
Imaji
Bergegas...berkejaran...
Tugas berganti...
Awan kelabu...
Menutup dengan tumbuhan hujan...
Menyegarkan ladang-ladang langit...
Persiapkan ladang-ladang baru...
Imaji
oleh Irina Dayon (Catatan) pada 2 November 2011 pukul 8:41
Senin, Juli 11, 2011
Jeda
Geliat Ragawi (Tarian Sukma)
Berpusing seperti gasing
Menggeliat bagai ulat di dedaunan
Menari-nari serupa jentik-jentik dalam air
Berputar-putar selaras pusaran
Menarik ke dalam kabut keabadian
Merasuk sukma menggiring jiwa
Bujukan melupa keakuan
Melarung rasa duniawi
Meliuk...
Seirama tarikan napas
Merasakan
Kehidupan....
Fana
Hening di keriuhan...
Terbawa...
Kembara jiwa...
Diam melayang...
Teralir sealun gelombang mendayu...
Menyayat...
Hingga tetes lenyap...
Sunyi...hampa...
Suwung...
Empty
An empty place
Nobody there...but,
I see something...
Or,I see nothing
Just moving shadow ?
Knock...knock...
Trying...once more...
Waiting to...
Knock...knock...
And I start to go...
Leave that empty place...
Langit Malam Ini
Menggores langit malam
Seperti coretan
Sapuan kuas cat air
Transparan...
Di kepetangan
Bulan tak penuh Bagai mata berlatar awan putih...
Mendekor kain akbar yang hitam pekat...
Menyinar tajam bak mata elang
Berkawan cerlang bintang
Menebar...
Misteri...
Ujar malam menampakkan pesan...
Pesan berkesan indah...
Hening...
Dalam...
Aku larut...
Mengambang di keramaian tata surya...
Malamku...
Silendris
Memahami arti laku wadag
Dari sisi yang lain...
Mengikuti alur diri yg lain...
Dunia yg berseberangan
Flying
Menelusuri jalan ini....
Dengan segala yang terlihat...
Walau masih sedikit memburam...
Masih baur...
Seperti tirai putih yang semakin transparan,
Menemaramkan yang terlihat...
Sudah kulihat arah...
Yang kemarin tak menentu kemana...
Ramai...
Tapi tak terdengar apapun...
Siapa mereka ?
..........
Wajah-wajah yang tak asing...
Rupa-rupa yang kukenal...
Namun...
Tak kukenali...
Tak kutau lagi...
Ternyata...hanya begitu saja...
Ah...biarlah...
Melanjutkan langkah...
Dengan kaki yang tak terliri darah...
Perlahan...
Dengan pandangan yang berkabut...
Lembut...
Temaram...
Melayang-layang...
Mengambang...
Lampu Kecil
Seekor kunang-kunang...
Sendiri...
Terbang berputar...
Memberi petunjuk...
Menyapa...
Setelah itu pergi...
Meninggalkan sebaris kesan....
Suara Keheningan
Hening...
........
Hanya bunyi nafas ku...
..............
Perlahan desir angin....
Kemericik air...
Decak nyaring cicak...
......................
Kokok ayam...dikejauhan.....
Kicauan burung, nyaring....
Ramai beceloteh di samping jendela.....
.......................................
Dan, hening kembali....
Minggu, Februari 06, 2011
Tears and Tears
Terlibas dan terlunglai jatuh...
Sakit...
Ingin menangis...tapi,
Mengapa mata q kering?
Keringat dingin...dan pandangan mengabur...
Ku harus tetap terjaga...
Akh...
Tak setetespun...
Padahal ku ingin menangis...
Berpikir...
Apakah dirimu ada disampingku...
Dan memelukku?
Mataku pun merebak...
Menembus Kabut
Tak nampak apapun...
Kuluruskan kaki...berdiri...
Melangkah...lambat...
Menembus kabut...
Dan tertelan kabut...
Hening...
Kata hati kan membimbing...
Menentramkan...
Melewati kawat berduri itu...
Merabas walau memerih...dan menetes...memerah...
Tak peduli...
Dengar nurani...
Mendesir...memanggil...
Menuju pada Nya...
Tempat membentang sinar...
Ada Mu...
Terkurung Kabut
Dan aku menggigil...
Tersadar dalam lingkung kabut tebal...
Jalan sudah tak terlihat...
Bahkan...aku tak tau lagi dimana ada ku...
Hanya bisa diam...membeku...
Semakin menggigil...
Berpeluk lutut...
Sendiri...
Bahkan...
Air mata pun kering...
Ah...pandanganku mengabur...
Semakin putih...
Kabut sudah menyergap...
Dan semakin menjeratku
Jumat, Januari 14, 2011
Dan Aku Kehilangan Diriku
Dan angin semakin berulah
Mempermainkan rambutku
Dan gelisahku
Nanar mata berair
Memandang dan mencari
Adanya...
Pedih...jatuh menelusup relungku...
Dan angin kembali membujuk sukmaku...
Menarikku...
Dan aku kehilangan diri
Keberadaanku
Keakuanku
........
Sesungguhnya aku.
Air Hujan Itu Manis
Dan, tetes2 air hujan menerpa wajahku...
Baur lensa q...
Meminta tuk segera dilepaskan...
Dan,
Bagai jarum2 yang menusuk raut q...
Menghunjam netra...
Pedih...
Tak tampak...
Hanya air...yg makin laju dan meninggi...
Kuterjang saja...
Hingga tersibak dan ku berlalu...
Usapan di rupa nan kuyub...
Semakin terbalur...
Sesak...
Air hujan mengaliri lekuk wajah...
Dalam hunjaman di kedua mata...
Yang tajam dan pedih...
Kurasakan di bibirku...
Air hujan itu manis.
Jalan Masih Juga Berkabut
Menusuk tulang...
Merasuk sumsum...
Dan kudapati diriku...
Terduduk di pinggiran jalan...
Berumput...
Ditengah kabut...
Merasakan sapuan angin dingin,
Menjentik pipi...
Bertopang dagu...
Memandang kosong...
......
Hei...!! Selarik sinar...tipis...
Kabut sedikit memudar...
Setengah berlari...kumenujunya...
Namun kabut kembali...putih dan padat...
......
Aq terdiam...dan kembali terduduk...
......
Menikmati jalan berkabut...